WELCOME to MY BLOG

Bagi akhi & ukhti yang ingin meng-copy catatan ato artikel di blog ini, mohon cantumkan sumber setiap catatan di tersenyumlah-hati.blogspot.com demi menjaga keaslian tulisan / karya ato share dilaman networking via share tool dibawah setiap catatan...

Mari berbagi...


- Tersenyumlah -

Rabu, 25 Januari 2012

Alloh... Alloh... Alloh...

Alloh...
Alloh...
Alloh...

Duhai Yang Menggenggam Hati setiap insan, sungguh Engkau Maha Tahu apa yang tersirat dan tersurat dalam hati setiap hambaMu. Duhai Rabb, hati ini sedang sakit, lalu kuingat Kau Maha Penyembuh, maka hati ini merasa terjaga. Rabb, diri ini sudah tidak sanggup lagi rasanya mengemban beban begitu berat, jika saja tak kuingat bahwa Engkau tak menguji seorang hamba melebihi batas kemampuannya. Rabb, diri ini merasa tak kuasa lagi menahan segala isak tangis yang terpendam, seakan bertanya :”mengapa ujian demi ujian berat ini terjadi padaku Rabb?”, jika saja tak kuingat firmanMu : 


Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sementara mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut : 2).


Sungguh gemetar kaki ini dalam melangkah ya Rabb, tapi bukankah segala ujian yang menjadikan dekat denganMu ini, adalah karunia terbesar yang dinanti para pecintaMu? Hati ini merasa sedikit tersenyum, menelan semua rasa pahit ini. Bukan, bukan karena sebutan “hebat” dari keluarga atau hambaMu yang lain yang hamba harapkan, tapi sungguh dekapan kasih sayangMu, karuniaMu yang Maha Luas, serta nikmatmu yang melimpah, dan janji-janjiMu-lah yang tengah menguatkan hamba, sungguh.

Lalu aku tersenyum, ditengah kepahitan ini, bukan karena hati ini telah mati rasa, tapi karena yakin ada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tengah menguji diri ini. Mungkin rasanya hanya menghibur diri sendiri, karena diri yang kotor ini mungkin tengah jauh dari kasih sayangMu, mungkin rezeki yang hamba peroleh tak kunjung mengundah barokahMu, ada yang tak tersyukuri dari apa yang sudah hamba peroleh.

Sedih, gelisah, dan terpuruk, mungkin itu yang kini sedang melanda hambaMu yang lemah ini ya Rabb, tapi ketika itu diri ini menghibur diri dengan mengutip kata-kata : “kepedihan itu sepaket dengan kesenangan, kan?”. Meski bukan dari kutipan firmanMu, tapi setidaknya itu benar bukan? Bahkan Engkau menjamin setiap satu kesulitan dengan berbagai kemudahan


Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Hanya saja, dosa-dosa yang mungkin telah menghitamkan hati ini, membuatnya ragu atas janji-janji Agung-Mu. Kelumitan masalah demi masalah telah mengusutkan hati ini yang seharusnya lurus dijalanMu. Rabb, ketika hamba menerjang semua ini, tersirat dalam hati ini, kapan bahagia itu datang? Kadang hati ini merintih, ya Alloh, kapan tabir ini membuka kegelapan hidup ini? Kapankah ada mujahidMu yang berkenan menjadi penopang jiwa, penguat hati, dan pemberi nasihat kebaikan akan bersanding disisi? Jauh kelubuk hati ini Rabb, jiwa ini sepi, hati ini hampa. Sungguh Engkau Maha Tahu apa yang ada dihati ini.

Rabb, sekelumit masalah ini tengah mengungkung diri hamba, menyesakkan dada, pun menyerakkan suara dan langkah yang dulunya menggelegar. Hati ini terlalu kecil untuk menerima anugerah ujian dariMu ini Rabb. Ya! mungkin belum, belum cukup besar hati ini menerima dan menjalani semua ini. Hingga pada akhirnya berprasangka baik kepadaMu menjadi tantangan teramat berat, sulit sekali rasanya mencerna kalimat indah itu, “Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Rabb, Engkau Maha Tahu, seseorang telah menyakitkan hati ini, sementara dia sempat meninggikan hati ini, membuat hati ini terlalu melayang dilangit, hingga terasa sangat sakitnya ketika terjatuh, perih ya Alloh, hancur bahkan. Kini ketika pecahan-pecahan hati yang terserak tengah hamba punguti dengan menjahit robekan demi robekan luka, ketika hati ini hampir utuh, tiba lagi ketetapanMu untuk sekali lagi hati ini hancur. Terlalu berharap pada manusia, ya! Itulah faktor terbesar Engkau menyatakan hati ini pantas hancur. Mungkin yang diri ini lakukan telah salah, yang harus dilakukan adalah membiarkan serpihan itu menghilang, dan meminta padaMu hati yang baru, agar terbebas dari harapan-harapan lama yang semu. Engkau menghancurkan hati ini demi menggantinya dengan yang baru, kali ini itu yang akan hamba coba rajut kembali, prasangka baik padaMu.

Rabb, jika ujian demi ujian ini Engkau turunkan pada orang-orang berdosa, sungguh hamba mohon keampunanMu. Jadikanlah setiap tetesan air yang menganak sungai dipipi ini, menjadi pengugur dosa yang telah lalu, menjadi pembersih hati yang terlanjur kotor, menjadi syariat pendekat hati ini kepadaMu. Rabb, jadikan ujian ini menjadi titik langkah menjadi selalu dekat denganMu, jika ujian ini Engkau timpakan untuk menaikkan derajat hambaMu yang hina ini, maka lembutkanlah hati ini agar ridho dengan ketetapanMu, luluhkanlah hati ini agar tak takabur merasa selalu kuat, lalu pandulah hati ini agar bersabar menjalani setiap jalan berliku ini, jernihkan pikiran ini untuk melihat jalan keluar yang sesuai dengan ketetapanMu, yang maslahat ya Rabb, yang barokah. Sabarkanlah hati ini untuk menanti pelangiMu, berikan rezeki yang halal barokah ya Alloh, serta kebahagiaan batin dari KasihSayangMu, Aamiin ya Rabb.

Ijinkan kali ini hamba merintih dengan segala keremukan hati ya Alloh, dengan segala kelemahan jiwa, dengan segala keterpurukan diri... Allohu akbar, Allohu akbar, Alloh... Ya Alloh... Peluk hamba ya Alloh...








Post Comment
READ MORE - Alloh... Alloh... Alloh...

Jumat, 13 Januari 2012

Memahami arti cinta

repost from http://arti-cinta-sesungguhnya.blogspot.com/ 
tanggal : 18 Oktober 200
 
 
 
Sahabat-sahabatku yang baik,

Sebagian kita sudah banyak yang mncoba mengartikan kata "cinta", namun terkadang kita malah terlena dengan definisi masing-masing soal kata ini, tanpa mengetahui apa hakikat dari sebuah cinta. Sudah terlalu banyak puisi yang membahas tentang cinta, sudah terlalu banyak lagu yang dicipta atas dasar cinta, sudah terlalu banyak pula sang pujangga menjadikan cinta sebagai topik utama... Lalu apakah arti cinta?

Berikut beberapa arti cinta yang dapat penulis kutip :
  • Cinta adalah keinginan untuk selalu bersama & keinginan untuk memiliki.
  • Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya.
  • Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat.
  • Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi.
  • Cinta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan.
  • Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Alloh SWT pada manusia.
  • Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia.

Dan mungkin berpuluh-puluh arti cinta lainnya yang sahabat2 definisikan.



Cinta itu adalah anugerah dari Alloh SWT, setuju?

Sesuatu dikatakan anugrah, itu artinya dia dapat membawa kebaikan, kebahagiaan, dan kesenangan. Cinta itu membuat hidup yang kita jalani menjadi indah, dengan cinta kita bisa bahagia, dengan cinta pula kita dapat hidup diliputi kesenangan. Maka cinta dapat dinyatakan sebagai anugerah. Lalu kita bertanya, jika cinta adalah anugerah, mengapa anugerah itu sering kali membuat kita menyita sekian banyak waktu kita yg berharga? mmbuat kita merasakan sakitnya terluka? hingga membuang begitu banyak air mata kita? Lalu kita mencari apa yg bisa kita jadikan kambing hitam, yg mmbuat hati kita terasa begitu perih...ya, dia adalah sang anugrah bernama Cinta. Inilah yang akan kita coba renungi.


Cinta terbagi kedalam dua unsur. Cinta positif dan cinta negatif.


Konten dari cinta positif :
  • Saling membangun
  • Menjadikan pribadi yang lebih baik
  • Memecahkan masalah
  • Saling berbagi
  • Saling berlomba dalam kebaikan
  • Ingin melakukan yang terbaik


Sedangkan konten dari cinta negatif :

  • (hanya) N A F S U


Sesuatu yang positif, tentu adalah kebaikan. Cinta adalah kebaikan, bisa jadi benar. Namun, jika kita mencarai cinta dengan hal yang negatif, maka cinta akan berdampak negatif pula. Lalu, apakah cinta itu salah? Apakah kita tidak boleh mencintai? Sama sekali tidak! Yang kita perlu lakukan adalah mencarai cinta dengan benar, bisa jadi cinta yang semula adalah anugerah, malah menjadi bencana, ketika kita mencarainya dengan cara yang salah, dengan cara yang tidak disukai oleh sang Pember Anugerah. Jadi bukan cintalah yang salah, bisa jadi kita yang salah, bisa jadi kita yang salah mencarai cinta. Naudzubillahi min dzalik!



Sekedar Renungan

Dalam suatu kehidupan sehari-hari, adalah wajar jika kita ingin berbuat baik kepada orang lain. Sebagai renungan, jika dalam suatu keadaan sehari-hari, seorang wanita membutuhkan bantuan seseorang untuk mengantarnya pulang, karena hari sudah larut malam. Dalam keadaan terdesak, seseorang pria menawarinya pulang naik motor. Padahal sang pria bermaksud baik, sang wanita seharusnya bisa berpegangan pada besi di motor, namun sang wanita melingkarkan tangannya ke sang pengemudi. Sehingga motor yang semula menjadi fasilitas penolong tiba2 berubah menjadi tempat berpelukan! Lalu niat pria mengantarnya dalam keadaan terdesak yang salah? ato kitanya yang salah?


Jika terbalik, sang wanita memang berpegangan pada besi motor, namun jok motor yang seharusnya rata dengan kemiringan 5 derajat, ternyata telah dimodifikasi dan berubah naik menjadi 10 derajat atau lebih. Apa tujuannya? Motornya yang salah? ato kitanya?


Lalu pada saat kita mengajak seseorang untuk makan, itu kebaikan bukan? Namun, lalu kita memilih hanya tempat untuk berdua-duaan saja. Sedang berdua-duaan itu adalah jalan masuknya hawa nafsu. Lalu makannya yang salah? ato kitanya?


Kita nonton film terbaru, yang toh dapat diambil kebaikannya dalam film tsb. Itu sebuah kebaikan. Namun, saat kita memilih kursi pojok yang gelap dan tak terjangkau oleh pandangan manusia lain, lalu saling berpegangan tangan ato bahkan lebih. Filmnya yang salah? ato kitanya?


Kita diberi handphone oleh orang tua, ato bahkan kita beli sendiri dengan uang jerih payah kita, dengan tujuan memudahkan komunikasi & silaturahmi. Itu sebuah kebaikan! Namun, saat kita terus menerus online dan asyik bertelpon ria dari jam11 malam sampai akhir menjelang shubuh, lalu ketiduran ketika adzan berkumandang. Handphonenya kah yang salah? ato kitanya?


Lalu dengan susah payah kita membeli laptop dengan menguras keringat kita, bahkan jika sampai menguras tenaga orang tua kita, dengan alasan untuk memudahkan mengerjakan tugas. Lalu tugas diabaikan dan kita lebih asyik main game daripada menghiraukan panggilan orang tua kita yang mmbutuhkan pertolongan atau bantuan. Laptop kah yang salah ato kitanya?


Sehingga internet pun dipasang untuk melancarkan pengerjaan tugas, dengan memakan biaya yang tidak sedikit. Tapi akhirnya, kita lebih asyik online internet, chatting, browsing, bahkan update status dan comment status di facebook teman kita, daripada mendengarkan nasihat orangtua kita. Internet yang salah? ato kitanya?


Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah kita dapatkan, dan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.

Blog ini dibuat hanya untuk saling berbagi, bukan saling mencemooh, merendahkan dan menghina... Kesempurnaan hanya milik Alloh SWT, penulis memohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.




Post Comment
READ MORE - Memahami arti cinta

Kamis, 22 Desember 2011

Sebuah Rahasia



Setiap orang memiliki rahasianya sendiri-sendiri. Rahasia yang disimpan rapat, yang hanya ingin mereka bagi bersama kenangan. Dan kau tahu, kekasihku... "Kita" adalah rahasia terbesar milikku. Kita yang dulu pernah tertawa bahagia menyusuri cinta. Kita yang pernah menyulam rindu di dinding-dinding malam gulita. Kita yang saling mencari, saling menggenapi, saling menguatkan. Yah, kita...

Tapi, tak ada yang abadi di dunia ini selain keabadian itu sendiri. Kita yang bahagia tak lebih dari sepasang manusia yang terbuai mimpi. Baru menyadari setelah terbangun dengan luka dan air mata yang menderas di pipi. Bukan salahku, bukan juga salahmu. Bahkan bukan salah keadaan. Kita hanyalah seperti anak-anak burung yang sedang belajar terbang. Sayap-sayap kita begitu lemah dan tak terlatih. Luka yang akan menguatkannya, dan air mata yang akan mengajarinya. Membuat sayap-sayap kita kokoh, dan mampu membawa kita terbang tinggi di kehidupan ini.

Aku harap, meski tanpa aku di sisimu, kau tetap belajar mengepakkan kedua sayapmu. Capailah gunung yang tinggi, melayang, menikmati setiap bahagia yang ditawarkannya. Ada dia yang akan mengajarimu terbang sempurna. Bukan aku. Genggam erat tangannya, dan terbanglah bersamanya. Aku? Tak perlu kau hiraukan. Akupun pasti akan terbang. Tapi tidak sekarang. Luka-luka milikku terlampau perih. Jangan khawatir, Tuhan tengah membalut lukaku. Aku hanya butuh waktu dan terus bersabar.

Saat nanti kau melihatku lagi, meski air mataku kembali menderas, jangan pernah kau perdulikan aku. Kisah kita dan segala airmata hanyalah cara-Nya mendewasakan kita. Tapi satu yang aku ingin kau tahu, bulir-bulir yang menetes dari kedua mataku adalah bukti cintaku padamu yang tak pernah mengering bersama detik yang berlalu. Jika saat itu tiba, kau akan menyadari, cinta sejati itu benar-benar ada. Cintaku padamu. Cinta yang tak pernah menjeda oleh waktu, meski tidak ditakdirkan untuk bersatu.

 ---
Rahasia ini akan rapat kusimpan, dan hanya akan kubagi bersama kenangan...

Note : Dedicated to my everlasting Rainbow
Tetap terbanglah tinggi, menjemput bahagia yang kau ingini. Doaku mengiringi.






Post Comment
READ MORE - Sebuah Rahasia

Selasa, 20 Desember 2011

Biarkan Aku yang Mengundurkan Diri ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Kisah ini kembali ku urai bersama kenangan-kenangan yang pernah terlukiskan dalam memori jiwa… Saat semuanya terasa menyesakkan dada, ketika semuanya tak bisa lagi terlukiskan lewat kata-kata. Aku hanya bisa terpaku meratapi… Secebis rasa yang mesti ku akhiri. Penuh luka dan bersimbah air mata, namun tetap harus dijalani. Meski aku tak pernah meminta ini untuk terjadi.


Percikan iman membuatku begitu yakin atas keputusan ini.. mungkin ini memang jalan terbaik untuk kita. Untuk perjalanan yang telah kita lalui berdua, tanpa adanya Ridho Ilahi.

Kau hadir mengisi kehidupanku. Kau ketuk pintu hatiku, yang membuatku enggan berpaling dan menjauh darimu. Kau hadirkan bunga-bunga asmara antara kita. Hingga sampai saat dimana ku tersadar, entah jalan apa yang sedang kulalui ini. Tanpa petunjuk mana yang benar dan mana yang salah.. karena semua masih nampak abu-abu, belum jelas ujung dari semua ini.

Tersirat ku katakan aku telah siap! Mengarungi hidup bersamamu. Pun ku yakin kau siap dengan semua yang terjadi pada kita. Apalagi yang membuatku tak yakin, bahwa kau adalah yang terbaik bagiku? Sementara semuanya begitu indah di jalani bersama, meski masih ilegal.

Kau selalu memberikan harapan serta angan yang entah berujung pada akhir yang bahagia atau sebaliknya, berakhir pada duka nestapa karena telah tersia-sia waktu yang kita lewati bersama. Tutur katamu manis.. Tapi tak semanis janji-janji yang kau janjikan padaku! Tak terasa, detik demi detik kita jalani bersama, tanpa ada kepastian yang jelas, apa maumu sebenarnya?

Apalagi yang membuat kau bungkam? Menekuk wajah tanpa kata... Padahal sikapmu begitu yakin bahwa akulah yang terbaik untukmu. Tapi mengapa sampai saat ini, tak ada perjuanganmu untuk mengetuk hati mreka, sementara jauh sebelumnya kau telah mengetuk pintu rumah hatiku, meminta izin masuk namun hanya berani sampai beranda rumah hatiku. Kenapa keberanianmu belum ada untuk perjuangan itu? Sedangkan aku disini tengah mendukungmu dengan segenap tenaga dan hati, melakukan yang terbaik, untukmu, untuk kita.

Sampai pada kesimpulan.. Belum ada keberanian untuk melangkah. Dengan berbagai hal yang kau jadikan alasan yang menjadi pertimbangan, seolah berat sekali ketika kau akan mengajukan proposal pernikahan kita. Mengombang-ambingkan hatiku dalam penantian, yang entah berujung atau bahkan seharusnya memang tak pernah kumulai.

Astaghfirullah!
Kini ku putuskan, setelah aku tersadar dan terbangun dalam impianku selama ini.. Hanya ada dua pilihan yang meski ini berat namun harus segera ku ambil langkah, sebab menunggu keputusan darimu tak membuatku bersabar dan akan semakin menjerumuskanku dalam genangan-genangan dosa tak berujung. Ya..!! Benar. Entah mungkin akan berakhir atau akan di akhiri, itulah yang sedang ku mintakan petunjuk pada-Nya.

Maafkan...
Karena aku belum bisa memberi seperti apa yang telah engkau beri padaku. Bukan soal cinta, bukan soal rasa. Sebab bagiku kedua hal itu telah menjadi hal yang paling tak kuperhitungkan dalam pikiranku saat ini. Aku tak boleh mudah terpancing dengan dua hal tersebut karena justru itu akan membuatku semakin jatuh dan terpuruk seperti dahulu.

Jangan pernah kau katakan cinta padaku, sebelum kau berani menghadap kedua orang tuaku, juga orangtuamu. Ahh, aku sudah lelah. Memang tidak seharusnya aku mengatakan hal itu kepadamu... Siapalah aku ini sehingga bisa membuatmu berani berjuang menentang badai?

Sekarang bahkan rasa itu kian menipis. Mungkin karena sudah bosan aku memiliki rasa terhadapmu. Kau katakan aku tidak bersabar? Bisa saja. Aku memang tidak sesabar dirimu, yang entah dengan alasan apa kau mampu bersabar menantiku. Padahal jauh lama sudah, pintu hatiku telah terbuka untukmu.

Maaf.
Aku ingin tetap menjaga hatiku, sedikitpun tak ingin terkotori oleh sebuah rasa ini. Ya, ternyata lagi-lagi aku berhadapan dengan yang namanya sebuah perasaan. Entah bagaimana aku mampu menghadapinya. Entah cara apa lagi yang akan ku lakukan. Semua ku pasrahkan...

Segala yang hadir bagai setitis air mata seulas senyuman. Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega diatas pegunungan. Suka dan duka, bagai sebuah perjalanan... Dan bermuara pada kebahagiaan. Menuju pada keindahan dan kecintaan Tuhan saja...

Aku rasa Tuhan menyayangiku dengan begitu indahnya, dengan perpisahan yang tak pernah ku bayangkan, DIA memisahkan ku dengan angan yang tak pantas ada didalam hatiku. Atas nama cinta dan demi menjaga keutuhan cinta kita kelak, bila takdir bersama..... Allah kan persatukan...

Lalu,
Biarkan aku yang mengundurkan diri.
Dari kehidupanmu, kini..
Dan tolong, jangan ganggu aku lagi ...


20 Desember 2011
Di tengah keramaian - (tetap) kulihat bayangmu
Meli

 inspire : facebook



Post Comment
READ MORE - Biarkan Aku yang Mengundurkan Diri ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Kamis, 24 November 2011

Cinta itu ...

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan...
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain.

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat
Jika kamu mencintai seseorang
jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang
Begitu juga dalam cinta: kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti...

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta….
mungkin akan begitu menyakitkan,
pun akan menyebabkan kamu sakit dan menderita
tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati,
pada akhirnya kamu akan menangis

Ya, jauh lebih pedih…
karena saat itu menyadari
bahwa kamu tidak pernah memberi cinta itu sebuah jalan

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen
karena perasaan bisa datang dan pergi begitu saja
Cinta tak harus berakhir bahagia
karena cinta tidak harus berakhir...

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan
dan mengerti apa yang tidak dijelaskan
sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran
melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai,
jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan,
karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai
melainkan : investasi.

Jika kamu mencintai,
kamu harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai
melainkan : memanfaatkan.

Mematahkan egomu
bersama seseorang yang kamu cintai
adalah lebih baik
dari kehilangan seseorang yang kamu cintai
karena egomu yang tak berguna itu...

Jangan mencintai seseorang seperti bunga
karena bunga mati kala musim berganti
Cintailah ia seperti sungai
ia mengalir selamanya

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu
bagaikan kepingan2 kaca yang pecah
hancur sehancur-hancurnya

Tapi yakinkan dalam hatimu
Kelak ada seseorang yang akan bersedia menambal lukamu
mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu
Sehingga kamu akan menjadi utuh kembali
meski dengan seribu goresan...



Terinspirasi dari : Jangan Mencintaiku 
(with editing)





Post Comment
READ MORE - Cinta itu ...