WELCOME to MY BLOG

Bagi akhi & ukhti yang ingin meng-copy catatan ato artikel di blog ini, mohon cantumkan sumber setiap catatan di tersenyumlah-hati.blogspot.com demi menjaga keaslian tulisan / karya ato share dilaman networking via share tool dibawah setiap catatan...

Mari berbagi...


- Tersenyumlah -

Selasa, 19 Oktober 2010

Kalo Memang Kamu............♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Kalau itu ialah kamu,
aku tak perlu terlalu banyak masa untuk mengenali kamu kiranya sudah dari azali sudah tertulis itu

Kalau itu ialah kamu, ucapan-ucapan itu pun sudah menjadi tidak penting bagiku.
Cukup sekedar hati berbicara dan biar jiwa menyampaikan maksudnya.

Kalau itu ialah kamu, aku Yakin.....
memang tuhan yang mengantar kamu untuk aku.
Karna, kamu yang menamatkan penantian demi penantian yang diakhiri dengan penyesalan selama ini.

Andai Sudah Tertulis

Ku pasrahkan segalanya pada-Mu,..
Ya Allah Aku ridha andai telah kau takdirkan dia milikku..
Andai telah tertulis aku miliknya yang abadi..
Aku rela..

Andai dia yang terbaik untukku..
Aku bersyukur pada-Mu..
Andai segala kekecewaan aku selama ini..
Kau gantikan dengan rasa indah ini..
Aku ridha...

Aku pasrah segalanya...
Pasrah atas segala yang telah Kau takdirkan..
Biarlah rasa ini terus harum mewangi dalam hati ini..
Menjadi segudang rindu yang hanya dia yang tahu ..
Rindu yang KAU halalkan...
Cinta yang tiada nista untuk menggapai ridhaMU...


READ MORE - Kalo Memang Kamu............♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

Senin, 18 Oktober 2010

Ketika Senyum itu Datang

oleh : Doan APS

Hati siapa yang takkan resah
Bila ada yang membenci dirinya
Pikiran siapa yang takkan sedih
Bila dia tidak bisa mengenal sekelilingnya

Ketika sapaan berbalaskan acuhan
Ketika mata dipalingkan
Dan mulut diam tak bergerak
Siapa yang takkan resah

Akukah yang salah
Dilahirkan menjadi orang seperti ini
Atau merekakah yang salah
Menjadi orang seperti itu

Alangkah buruknya wajah manusia
Apabila dia penuh dengan amarah
Dengki, keserakahan,
Dan kecemburuan

Seperti singa yang merintih kesakitan
Begitu pula orang yang memendam amarah
Seperti matahari di balik awan
Begitu pula rupa orang tanpa senyuman

Tiada kedamaian
Di balik amarah
Tiada rasa aman
Di balik kekerasan

Bunga di padang yang melayu
Tertunduk sedu
Tangkainya mulai mematah
Sehingga kepalanya menyentuh tanah

Keindahan manusia yang menghilang
Ketika ia penuh dengan amarah
Jiwanya menjadi hampa
Dan hidupnya tak tentu

Seperti seberkas sinar
Yang lewat dalam kegelapan
Demikian senyum manusia
Membawa kedamaian bagi yang melihatnya
READ MORE - Ketika Senyum itu Datang

Si Jujur dan Si Pemberani

Pada sebuah negeri, ada seorang raja yang telah memasuki usia lanjut. Karena tidak memiliki anak laki-laki yang bisa meneruskan tahtanya, ia bermaksud segera menikahkan puterinya yang telah dewasa. Lalu sang raja mengundang semua pemuda yang ada di seluruh negeri dan berkata kepada mereka, “Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji itu, rawatlah dengan baik, dan kembalilah padaku setahun lagi dengan membawa tanaman kalian masing-masing. Barang siapa yang memiliki tanaman terbaik, dialah yang akan menjadi suami anakku dan kelak akan menggantikanku sebagai raja!



Seorang pemuda yang bernama Abdul terlihat sangat antusias. Ia menanam biji itu dan menyiraminya setiap hari. Tapi setelah sebulan berlalu, biji itu tak kunjung tumbuh. Setelah enam bulan berlalu, para pemuda mulai membicarakan tanaman mereka yang tumbuh subur dan tinggi. Namun pot Abdul masih kosong. Ia tidak mengatakan apapun pada teman-temannya. Ia tetap menunggu bijinya tumbuh.


Setahun telah berlalu. Semua pemuda dengan penuh semangat membawa tanamannya kepada sang raja. Pada mulanya Abdul merasa enggan dan malu, tapi karena ibunya mendorongnya untuk pergi dan mengatakan apa adanya, ia pun berangkat menghadap raja. Raja dengan senang menyambut para pemuda dan memuji tanaman yang mereka bawa. “Kerja kalian luar biasa. Tanaman kalian bukan main bagusnya. Aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk menjadi pendamping anakku.”


Tiba-tiba sang raja melihat Abdul yang berdiri di belakang dan memanggilnya. Sontak Abdul panik dan ketakutan, “Jangan-jangan aku akan dibunuh,” pikirnya. Suasana  menjadi riuh dengan ejekan dan cemoohan hadirin yang menyaksikan pot Abdul masih kosong. “Diam semuanya!” teriak sang raja. Ia menoleh kepada Abdul dan mengatakan, “Dialah orang yang berhak menjadi pendamping anakku!” kontan semua yang hadir menjadi terkejut. Bagaimana mungkin orang yang gagal akan mempersunting anak raja.


Lalu raja melanjutkan, “Setahun yang lalu aku memberi kalian biji untuk ditanam. Tapi sebenarnya biji yang kuberikan adalah biji yang telah dimasak dan tidak mungkin tumbuh. Kalian semuanya pasti telah menggantinya dengan biji yang lain. Hanya Abdul-lah yang memiliki KEJUJURAN dan KEBERANIAN untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan. Karena itu, dialah yang kuangkat menjadi menantuku.

{Jadi kejujuran akan membawa perubahan mendasar pada diri seseorang. Tapi tanpa keberanian, kejujuran tidak akan membawa perubahan bagi orang banyak. Kejujuran hanya menghasilkan pengikut bukan pemimpin. Untuk bisa merubah masyarakat diperlukan keberanian. Masalahnya, dari manakah datangnya keberanian? Ia datang kalau kita mampu menaklukkan rasa takut. Rasa takut inilah sumber segala macam kejahatan di dunia ini. Rasa takut yang ada menunjukkan bahwa kita belum mandiri. Kebahagiaan dan rasa aman kita masih bersumber pada sesuatu yang di luar diri kita!!!}.

Rawamangun; 06/08/2009 23:44:26

[Penulis : Trimanto - FLP Depok]
READ MORE - Si Jujur dan Si Pemberani

Minggu, 17 Oktober 2010

Antara kebutuhan dan keinginan

Oleh : Mitra Maulia (15 September 2010 jam 17:58)


Assalaamu'alaikum.war.wab

Sahabatku,

Hari ini aku bercerita tentang keinginan dan harapan. Selayaknya sebagai manusia kita sering meminta berkali-kali dan berharap sesuatu yang kita anggap kita akan berbahagia jika telah memilikinya. Namun tahukah kita hai sahabat???

Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta…

Suatu hari aku meminta baju sutera, lalu aku hanya mendapatkan baju katun…awalnya aku mengeluh karena hanya diberi katun, lalu di perjalanan aku diserempet sepeda motor, katunku robek dan tak bisa kembali dipakai, lalu dalam bisu aku terpaku…seandainya aku memakai sutera, pasti sudah robek dan lebih menyedihkan karena sutera itu terlalu indah untuk dibuang.

Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta…

Suatu saat Tuhan mengamanahkan kekayaan yang melimpah kepada seseorang karena Dia tahu org itu bisa menjaga amanahnya dengan sebaik-baiknya, orang itu bisa mengeluarkan zakatnya, memberikan bagian si yatim dan si miskin dari hartanya itu. Tidak kufur nikmat atas hartanya, menggunakannya di jalan yang benar dan menganggapnya sebagai titipan. Lalu dengan egois kita mengeluh atas segala keterbatasan dari pundi-pundi keuangan kita dan merasa tidak adil atas pemberian Tuhan, menganggap diri miskin dan terus-terusan meminta kekayaan kepadaNya. Kemungkinan…Allah tidak mengamanahkan kekayaan itu kepada kita karena dia tau pada nantinya jika diamanahi kekayaan berlebih kita lupa berbagi kepada sesama, lupa berzakat, menggunakan harta itu sekedar foya-foya, mengembangkannya dengan riba, dipakai untuk judi atau berbuatan haram lainnya, lupa bersyukur dan menganggap diri hebat, serta tidak ikhlas jika semuanya hilang dengan tiba-tiba.

Maka ingatlah…Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta…

Suatu hari seseorang mengungkapkan perasaannya kepada pujaan hatinya, ia sangat ingin halal baginya, namun sang pujaan hati mengurungkan niat untuk menghalalkan hubungan mereka. Mereka terpisah dalam tangis dan kecewa karena cinta yang tak bertemu di ujungnya karena perbedaan prinsip dan pandangan hidup. Dia berusaha menyakinkan bahwa dirinya adalah seseorang yang pantas disayangi dan menyayangi. Ingin mengabdi dan memuliakan, ingin membahagiakan dan mengasihi, mencintai pujaan hatinya hanya karena berharap cintaNya. Namun sang pujaan hati tetap ragu dalam menerima niat tulusnya. Akhirnya Tuhan bekerja dengan tanganNya sendiri, lalu berkata :

“Akan kupilihkan yang terbaik bagimu, maka apa yang akan kau takutkan???”

Keduanya akan berpisah dan bersatu denga izinNya,

“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga) (QS.An-Nuur 26)

Ingatlah wahai sahabat,

….Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta…

Suatu hari seorang suami mengeluh karena merasa istrinya kurang cantik dibandingkan istri temannya, lalu dia meminta sang istri mengoperasi beberapa bagian tubuhnya agar terlihat lebih cantik. Setelah menjalani operasi sang istri memang terlihat lebih cantik dan seksi, namun sang suami kembali resah karena dengan kecantikan dan keseksian istrinya banyak sekali lelaki yang tergoda dan mengganggu sang istri dan akhirnya menjadi rebutan banyak orang, diperhatikan dari tiap sudut tubuh istrinya. Lalu sangat cemburu akan hal itu. Sang suami sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi.

Karena dia lupa, bahwa ….Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta…

Sahabatku,

Begitu banyak permintaan kita yang menyalahi hukumNya, menyalahi jalan kebaikanNya, menganggap diri paling tahu apa yang terbaik untuk kita padahal Dialah Yang Maha Mengetahui segalanya.

Ingatlah bahwa "Rahmat, berkah, nikmat, kesuksesan, bila sudah tiba waktunya menjadi milik kita pasti akan datang juga pada kita.Semua akan indah pada waktunya…"

“Jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya" (QS.Yunus :107)

Semoga catatanku hari ini menjadi dapat menjadi bahan renungan bagiku, bagimu dan bagi kita…

Salam sayangku untukmu sahabat... semoga berkah bagiku,bagimu dan bagi kita...

wassalam,


READ MORE - Antara kebutuhan dan keinginan

Sabtu, 16 Oktober 2010

Topi Hitam Putih... (^_^)

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baik hati dan lemah lembut walaupun cuma diurus sama pengasuh saja.

Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, "Tuan, nggak kasian sama den Bagus? Masa sepeda aja nggak punya...apa tuan juga nggak malu?"

Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggil-lah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa...dan si anak cuma bilang, "Aku nggak mau sepeda, Pi, aku dibeliin topi item topi putih aja..."

Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. "Kenapa topi item dan putih?"

'Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa...beliin itu aja.'

Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, dan ini anak juga masih TK, papinya pikir ya normal2 aja anak kecil minta topi item topi putih, jadi papinya nerima2 aja.

Nggak berminat lanjutin, maka tetep-lah tu anak dibeliin sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus topi item dan topi putih...

. _____ .


Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim, katanya. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi.

'Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? Kok nggak bilang2 papi. Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja....'

Si anak bilang, 'nggak Pi, topi item dan topi putih saya udah rusak...dibeliin lagi aja...nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah topi kan Pi?'

Yee...si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah?

So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus topi item dan topi putih.

. _____ .


Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang. Sekarang temen2nya musim roller blade. Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya. Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus...eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan note: 'Biar kamu nggak malu'.

Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: 'Pi, kok nggak beliin topi item dan topi putih? Aku lebih suka itu.'

Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih istimewanya topi item dan topi putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren???

Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu...hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya topi item dan topi putih untuk kesekian kalinya...

Bener, setelah dapet tu topi, si anak nggak ninggalin note-note buat bokapnya lagi.

. _____ .


Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih ber-bis ria, temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin. Papi malu banget... Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil?

Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis, lagian pengen topi item topi putih aja. Si bapak nggak terima penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding. Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus topi item dan topi putih tentunya.

Dan si bapak kesel juga duong... Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem topi itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih.

Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja. Kuliah, pacaran, naek motor aja.. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil? Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin topi item topi putih. Nggak ngerti anak sendiri sih!

So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, "kenapa si om nggak beliin topi item topi putih?"

Si papi sebenernya sensitif sama para topi itu..huh...sampe pacar anak gue nyuruh2 jadi dia tanya balik dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih topi itu juga. Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak topi item topi putih...

Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka besoknya udah ada topi item topi putih buat anaknya.

. _____ .


Suatu hari anaknya gaul ke Puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah, namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi grogi dan................ kecelakaan!!!

Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya. Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang cewek mati seketika dan si cowok sudah sekarat. Si papi dateng ke RS...

"gimana dok, anak saya?"

Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita): "Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak... sepertinya memang sudah waktunya... sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir..."

Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya.
"Pap, maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya..' si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong.

Si papi nenangin dia....akrablah dua manusia itu beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta topi item topi putih.

'Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak.. Nggak sempet jadi orang tua yang baik.'

Anaknya jawab, 'nggak apa-apa pi, saya ngerti kok... Cuma sempet kesel kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2....saya Cuma minta topi item dan topi putih aja kan?'

Si papi rasa timing-nya tepat nih, 'KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA TOPI ITEM TOPI PUTIH... ADA APA DENGAN TOPI2 ITU?'

(pembaca juga penasaran kan ..?)

Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, habis sudah sekarat dan masanya sudah hampir sampe...

'sebab pi...saya... '
*hep*

Kepalanya rebah dan nafasnya hilang. Si anak sudah meninggal sebelum kasih tau papinya.

************


Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya aja ga tau...
Apalagi aq yang cuma nyeritain ulang?

Gimana?!?! Kesel ga?!

Marahin aja yang pertama kali cerita, tapi maapin yang 'copas'-in, karena aq juga korban nih!
hehehehehehehe


*copas dari email tmen*




READ MORE - Topi Hitam Putih... (^_^)